Hari ini tepat dua minggu setelah inseminasi. Tiga hari sebelum tanggal yang ditentukan untuk testpack. Pagi itu seperti biasa suami membangunkan untuk shalat subuh berjamaah. Sayapun bangun beranjak ke kamar mandi. Tiba-tiba saya berteriak histeris karena melihat ada darah saat saya buang air kecil. Awalnya masih berpikir positif kalau ini adalah flek yang kata orang-orang hasil pembuahan yang menempel pada dinding rahim (implantasi). Tapi lama kelamaan darahnya semakin mengucur. Yah, mungkin memang belum rejeki saya dan suami.
Padahal beberapa hari sebelumnya masih yakin bakal positif. Entah karena otak yang memberikan sugesti pada tubuh saya untuk merasakan ciri-ciri orang hamil. Atau mungkin karena memang ciri-ciri hamil mirip dengan ciri-ciri menjelang haid. Wallahualam.
Baru dapat kabar, sinshe yang biasa kami datangi sudah meninggal. Belum sempat menelepon kesana untuk mengucapkan belasungkawa. Padahal rencananya kami ingin tetap berobat kesana seiring dengan pengobatan medis. Masih belum tahu langkah apa yang harus saya dan suami ambil setelah ini. Yang pasti, istirahat dulu dari program selama Ramadhan dan ingin konsentrasi pada ibadah terlebih dahulu. Berusaha pasrah dan ikhlas meskipun air mata tidak henti-hentinya mengalir...
No comments:
Post a Comment