Untuk inseminasi, kami memilih Dr. Ivan Sini dari Klinik Morula IVF RS. Bunda. Tadinya mau nyobain di Penang, tapi karena terbentur kendala waktu dan ribet bolak baliknya, akhirnya Dr. Ivan jadi pilihan kami. Ketemu si dokter cukup sulit. Sempat beberapa kali dibatalin karena jadwalnya yang padat. Kenapa memilih dokter ini? Selain karena banyak yang berhasil, si dokter ternyata sahabat kakaknya suami saat sama-sama sekolah di Australia dulu. Ditambah lagi kakak sepupu suami yang bekerja di RS. Bunda sangat membantu kelancaran kami untuk bisa ketemu dokter.
Pertama kali ketemu dokter, beliau langsung menjelaskan panjang lebar setelah tahu riwayat saya dan suami. Si dokter bilangnya, masih ada kemungkinan untuk hamil secara alami, cuma akan butuh waktu dan harus bersabar. Tapi kalau ingin cepat, ya jalannya adalah inseminasi. Saya dan suami setuju untuk langsung inseminasi saat masa subur nanti. Kalau tidak salah, kunjungan pertama saya itu 5 hari setelah mens selesai. Alhamdulillah setelah dilakukan transvaginal, rahim saya tidak bermasalah. Telurnya pun banyak, yang artinya sedang masa subur. Dokterpun langsung menjadwalkan inseminasi di bulan berikutnya. Diberikan resep obat berupa tablet Dipthen untuk saya konsumsi di H2 - H5, ditambah lagi resep suntik di H6 - H9 sebelum inseminasi nanti. Dipthen ini harus diminum pada waktu yang sama setiap harinya sebanyak 2 tablet. Sedangkan suami mendapat vitamin untuk menambah kualitas sperma. Saya belum melakukan HSG karena dokter bilang belum perlu. Mudah-mudahan saja inseminasi pertama ini berhasil sehingga saya tidak perlu menjalani proses HSG yang katanya sakit banget itu. Huuuft...
Rincian kedatangan pertama:
Tonicard Kapsul - Rp 600.000/30 kapsul
Eturol - Rp 186.000/30 kapsul
Clinic Administration Fee - Rp 50.000
Ultrasonograph Fee - Rp 175.000
Consultation & Treatment Fee - Rp 250.000
Total: Rp 1.261.000
Rincian obat saya:
Dipthen - Rp 144.000/10 tablet
Puregon 50 IU - Rp 1.620.000/3 ampul
Pastik - Rp 1.800/3 buah
Jarum BD No. 27 G x 0.5 - Rp 3.300/3 buah
Spuit 3 cc Terumo Needle - Rp 13.500/3 buah
Home Service - Rp 175.000/visit
Tambahan 3 kali home visit Rp 450.000
Total: Rp 2.407.600
Haid saya jatuh pada tanggal 10 Juni 2013 sampai dengan 15 Juni 2013. Siklus haid agak tidak teratur, tapi untuk yang terakhir siklusnya 30 hari.
H3
Darah mulai berkurang malah menjurus kering.
H4
Darah muncul lagi, mungkin karena pembalut biasa diganti dengan pantyliner yang lebih tipis. Mulai merasa mood acak kadut, tidak stabil dan sangat sensitif. Lebih sensitif dari biasanya.
H5
Badan pegel linu dan pusing yang tak tertahankan
H6 - H8
Hari pertama mulai suntik Puregon 50 IU. Sepertinya obat ini berfungsi untuk memperbesar ukuran telur di rahim perempuan. Obat ini harus disimpan di kulkas karena harus selalu dalam keadaan dingin. Suster di klinik menyarankan hari pertama agar disuntik dengan bantuan suster yang datang ke tempat. Biayanya sekitar RP 175.000/visit. Awalnya saya sok yakin bisa ngelanjutin suntik sendiri di hari-hari berikutnya. Atau minta bantuan suami. Tapi ternyata, setelah mengalaminya, waduh, nggak kuat deh suntik sendiri. Yang disuntik itu perut bagian bawah. Jarum masuk sih nggak sakit, tapi saat obatnya mulai disuntikkan duuh rasanya periiiih banget. Alhasil saya meminta suster untuk datang kembali di suntikan berikutnya.
H9
Kembali menemui dokter untuk memeriksa keadaan telur apakah sudah cukup besar untuk dibuahi atau belum. Berhubung janjiannya jam 4, jadi saya datang duluan ke klinik. Suami menyusul sepulang kantor. Alhasil saat ketemu dokter suami tidak ada. Ternyata telurnya belum cukup besar. Cuma 17mm. Seharusnya untuk inseminasi itu ukuran yang dibutuhkan sekitar 18mm. Jadi dokter menyarankan saya untuk menambah suntik dua kali lagi. Yang dilanjutkan dengan suntik pemecah telur di hari berikutnya.
Dokter memperkirakan suntik pemecah telur hari Jumat, 21 Juni 2103 dan inseminasi dapat dilakukan pada hari Minggu, 23 Juni 2013.
Rincian kedatangan kedua:
Clinic Administration Fee - Rp 50.000
Ultrasonograph Fee - Rp 175.000
Consultation & Treatment Fee - Rp 400.000
Puregon 50 IU - Rp 1.080.000/2 ampul
Spuit 3cc Terumo Needle - Rp 9.000/2 buah
Jarum BD No. 27 G x 0.5 - Rp 2.200/2 buah
Ovidrel - Rp 765.000/1 ampul
Pastik - Rp 1.800/3 buah
Total: Rp 2.483.000
H10 - H11
Suntik ditambah dua hari lagi agar ukuran telurnya bisa lebih besar. Saya memutuskan untuk mendatangi saja kliniknya langsung agar suntiknya dibantu oleh suster. Hari terakhir saya suntik, saya sempat bertanya pada si suster jam berapa baiknya besok saya datang untuk suntik pecah telur. Si suster yang saya lupa namanya ini bilang, semakin malam semakin baik karena dibutuhkan maksimal 36 jam sebelum inseminasi. Kata si suster, kalau kemalaman, suntiknya bisa dilakukan di RS. Bunda Poli C Kamar D. Setelah mempersiapkan diri untuk suntik jam 11 malam, tiba-tiba jam 8.30 malam saya mendapat telepon dari klinik untuk konfirmasi kedatangan suntik pecah telur. Kata si suster, saya ditunggu sampai jam 9.30 malam kalau tidak saya harus ke RS. Bunda untuk suntik. Saya sempat marah sih, karena informasi yang saya terima sehari sebelumnya dari suster yang saya lupa namanya itu berbeda. Sempat parno ketakutan inseminasi gagal hanya karena hal ini. Tapi si suster menenangkan saya, katanya insya Allah tidak akan kenapa-napa. Huh, nyebelin!
H12
Hari bebas suntik dan bebas klinik!
H13
Hari inseminasi yang disepakati oleh dokter untuk inseminasi. Berhubung Dr. Ivan sedang keluar kota, jadi proses inseminasi saya digantikan oleh Dr. Anggia Melanie Lubis. Dokternya masih muda banget. Tapi saya coba positive thinking, usia tidak mempengaruhi tingkat keberhasilan inseminasi. Toh, Dr. Anggi pun masih dibawah pengawasan Dr. Ivan. Jam 8 pagi suami datang duluan ke klinik untuk menyetor spermanya. Sempat deg-degan takut kalau jumlah spermanya tidak mencukupi. Alhamdulillah, 2 jam kemudian kami mendapati hasil spermanya cukup. Malah bagus, kalau kata Dr. Anggi. Total spermanya setelah melalui proses washing ada sebanyak 3.990 juta. Melebihi standar yang telah ditetapkan oleh WHO. Hari itu saya ditemani oleh suami, mama, mama mertua, adik perempuan, dan adik sepupu. Sempat tegang banget saat dokternya datang dan menyuruh saya untuk ngengkang di kursi kebesaran. Agak risih karena ada mertua sih sebenarnya. Hihi. Tapi akhirnya saat proses berlangsung, mama dan mama mertua keluar ruangan. Sayapun cuma ditemani suami. Sebenarnya prosesnya sendiri sih tidak sakit. Cuma ngilu karena membayangkan ada selang yang masuk ke lubang vejayna menuju rahim. Dokter menyuruh saya untuk rileks, tarik nafas panjang dan tidak mengkepit agar rahimnya bisa terbuka. Akhirnya saya mencoba untuk tidak ngebayangin si selang itu. Happy thoughts ajalah pokoknya.
Rincian kedatangan ketiga:
Intra Uterine Insemination Fee - Rp 2.000.000
Utrogestan 100mg - Rp 249.000/30 kapsul
Utrogestan 200mg - Rp 247.500/15 kapsul
Natavit - Rp 126.000/30 kapsul
Ascardia 80mg - Rp 16.500/15 tablet
Total: Rp 2.639.000
Setelah proses inseminasi selesai, saya diharuskan berbaring selama 15 menit. Tapi saya berbaring lebih lama, agar spermanya bisa langsung masuk kedalam tanpa hambatan. Suster menyarankan saya agar tidak banyak jalan-jalan dan lebih banyak beristirahat di rumah. Tapi siang itu saya sekeluarga sempat mampir ke Plaza Indonesia untuk makan siang. Lalu langsung beranjak pulang untuk istirahat. Di minggu terakhir saya ngantor pun saya memutuskan untuk tidak masuk, daripada mengambil resiko. Tapi di hari ketiga setelah inseminasi, saya harus melakukan pemotretan untuk majalah pagi-pagi buta. Sampai hari ini belum berani nyetir sendiri jadi kemana-mana harus ditemani atau pakai taksi. Mudah-mudahan ikhtiar saya dan suami dapat diberkahi Allah swt. Setelah baca-baca forum dan blog mereka yang sudah berpengalaman inseminasi, tidak banyak yang bisa dilakukan selain istirahat, jangan stress dan banyak berdoa.
Total keseluruhan: Rp 8.790.600
Semoga dilancarkan semuanya.
Bismillah, ya Allah.....
No comments:
Post a Comment